Selasa, 22 April 2014

Askep Asma



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Asma  merupakan  masalah  kesehatan  di    seluruh  dunia,  baik  di Negara maju maupun di negara-negara sedang berkembang. Asma  adalah  penyakit  inflamasi  kronik  saluran  napas  yang  melibatkan berbagai sel imun terutama sel mast, eosinofil, limposit T, makrofag, neutrofil  dan  sel epitel, serta meningkatnya    respon  saluran  napas  (hipereaktivitas bronkus) terhadap berbagai stimulant. Inflamasi kronik ini akan menyebabkan penyempitan   (obstruksi)  saluran  napas  yang  reversible,  membaik    secara spontan  dengan   atau tanpa  pengobatan.  Gejala  yang  timbul  dapat  berupa batuk, sesak nafas dan mengi. (Barbara C. Long, 1996).

Asma dapat bersifat ringan dan tidak mengganggu aktivitas, akan tetapi dapat  bersifat menetap   dan  menggaggu    aktivitas bahkan   kegiatan  harian sehigga menurunkan kualitas hidup, salah satu faktor pencetus serangan asma adalah kondisi psikologis klien yang tidak stabil termasuk di dalamnya cemas. Hal   ini sering diabaikan  oleh  klien  sehingga  frekwensi  kekambuhan menjadi lebih sering dan klien jatuh pada keadaan yang lebih buruk, kondisi ini merupakan suatu rantai yang sulit ditentukan mana yang menjadi penyebab dan mana yang merupakan akibat. Kondisi    sesak  dapat   menimbulkan kecemasan karena klien merasa adanya ancaman kematian (Barbara C. Long, 1996).
Badan kesehatan sedunia (WHO) memperkirakan 100-150 juta penduduk dunia menderita asma. Bahkan, jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 180.000 orang setiap tahun. Kondisi ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, tapi juga di negara maju sekalipun. Untuk itu dalam makalah ini akan lebih lanjut dibahas mengenai asma terutama dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien asma.
1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Bagaimana anatomi fisiologi dari system respirasi ?
1.2.2        Apa pengertian dari asma ?
1.2.3        Bagaimana etiologi dari penyakit asma ?
1.2.4        Bagaimana patofisiologi penyakit asma ?
1.2.5        Bagaimana manifestasi klinis dari penyakit asma ?
1.2.6        Apa saja klasifikasi dari penyakit asma ?
1.2.7        Pemeriksaan diagnostic apa saja yang dilakukan ?
1.2.8        Apa saja komplikasi yang muncul ?
1.2.9        Bagaimana penata laksanaannya ?
1.2.10    Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien asma ?
1.3  Tujuan
1.3.1        Untuk mengetahui anatomi fisiologi system respirasi.
1.3.2        Untuk mengetahui pengertian tentang asma.
1.3.3        Untuk mengetahui etiologi dari penyakit asma.
1.3.4        Untuk mengetahui patofisiologi dari penyakit asma.
1.3.5        Untuk mengetahui manifestasi klinis dari penyakit asma.
1.3.6        Untuk mengetahui klasifikasi dari penyakit asma.
1.3.7        Untuk mengetahui pemeriksaan diagnostic dari penyakit asma.
1.3.8        Untuk mengetahui komplikasi yang akan muncul.
1.3.9        Untuk mengetahui penatalaksanaan dari penyakit asma.
1.3.10    Untuk mengetahui tentang asuhan keperwatan pada pasien asma.
















BAB II
TINJAUAN TEORI


2.1  Anatomi Fisiologi
Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.
2.1.1   Alat – alat pernapasan pada manusia
a.       Rongga Hidung (Cavum Nasalis)
              Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. Di sebelah belakang rongga hidung terhubung dengan nasofaring melalui dua lubang yang disebut choanae.
Description: Description: 2-8b.jpg
Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.



b.      Faring ( Tenggorokan )
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang.
Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan. Fungsi utama faring adalah menyediakan saluran bagi udara yang keluar masuk dan juga sebagi jalan makanan dan minuman yang ditelan, faring juga menyediakan ruang dengung(resonansi) untuk suara percakapan.
c.       Batang Tenggorokan ( Trakea )
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).
d.      Pangkal Tenggorokan ( Laring )
Laring merupakan suatu saluran yang dikelilingi oleh tulang rawan. Laring berada diantara orofaring dan trakea, didepan lariofaring. Salah satu tulang rawan pada laring disebut epiglotis. Epiglotis terletak di ujung bagian pangkal laring. Laring diselaputi oleh membrane mukosa yang terdiri dari epitel berlapis pipih yang cukup tebal sehingga kuat untuk menahan getaran-getaran suara pada laring. Fungsi utama laring adalah menghasilkan suara dan juga sebagai tempat keluar masuknya udara.
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara.
e.       Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus)
Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.
Batang tenggorokan bercabang menjadi dua bronkus, yaitu bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkus menuju paru-paru, bronkus bercabang lagi menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah kanan(bronkus primer) bercabang menjadi tiga bronkus lobaris (bronkus sekunder), sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Cabang-cabang yang paling kecil masuk ke dalam gelembung paru-paru atau alveolus. Dinding alveolus mengandung kapiler darah, melalui kapiler-kapiler darah dalam alveolus inilah oksigen dan udara berdifusi ke dalam darah. Fungsi utama bronkus adalah menyediakan jalan bagi udara yang masuk dan keluar paru-paru.
f.       Paru-paru (Pulmo)
Description: Description: 2-8c-2.jpg
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan,tetapi ronga bronkus masih bersilia dan dibagian ujungnya mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Setiap bronkiolus terminalis bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus respirasi, kemudian menjadi duktus alveolaris.Pada dinding duktus alveolaris mangandung gelembung-gelembung yang disebut alveolus.
Description: Description: 2-8c-3.jpg
1)      Kapasitas Paru-Paru
Yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 ml. Volume udara tidal orang dewasa pada pernapasan biasa kira-kira 500 ml.  ketika menarik napas dalam-dalam maka volume udara yang dapat kita tarik mencapai 1500 ml.  Udara ini dinamakan udara komplementer. Ketika kita menarik napas sekuat-kuatnya, volume udara yang dapat diembuskan juga sekitar 1500 ml. Udara ini dinamakan udara suplementer. Meskipun telah mengeluarkan napas sekuat-kuatnya, tetapi masih ada sisa udara dalam paru-paru yang volumenya kira-kira 1500 mL. Udara sisa ini dinamakan udara residu. Jadi, Kapasitas paru-paru total  = kapasitas vital + volume residu =4500 ml/wanita dan 5500 ml/pria.
2)      Pertukaran Gas dalam Alveolus
Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas. Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.
2.1.2   Proses Pernafasan
            Proses pernapasan meliputi dua proses, yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. Sewaktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi, dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. Bersamaan dengan itu, otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. Saat mengeluarkan napas, otot diafragma dan otot-otot tulang rusuk melemas. Akibatnya, rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. Jadi,  udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil.
Jenis Pernapasan berdasarkan organ yang terlibat dalam peristiwa inspirasi dan ekspirasi, orang sering menyebut pernapasan dada dan pernapasan perut. Sebenarnya pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi secara bersamaan.(1) Pernapasan dada terjadi karena kontraksi otot antar tulang rusuk, sehingga tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada membesar serta  tekanan udara menurun (inhalasi).Relaksasi otot antar tulang rusuk, costa menurun, volume kecil, tekanan membesar (ekshalasi). (2) Pernapasan perut terjadi karena kontraksi /relaksasi otot diafragma ( datar dan melengkung), volume rongga dada membesar , paru-paru mengembang tekanan mengecil (inhalasi).Melengkung volume rongga dada mengecil, paru-paru mengecil, tekanan besar/ekshalasi.
2.2  Definisi
Tidak ada definisi asma yang diterima secara universal, asma merupakan penyakit paru obstruktif, difusi dengan (1) hiperreaktifitas jalan nafas terhadap berbagai rangsangan dan (2) tingginya tingkat reversibilitas proses obstruktif, yang dapat terjadi secara spontan atau sebagai akibat pengobatan dikenal juga sebagai penyakit jalan nafas reaktif kimplek asma mungkin mencakup bronchitis mengi, mengi akibat virus dan asma terkait atopik. (Waldo E. Nelson, MD 2000)
Asma adalah penyakit obstruktif dapat pulih dicirikan oleh peningkatan reaktifitas trakea dan bronkus terhadap rangsangan, dimanifestasikan oleh mengi dan dispnea; penyempitan karena kombinasi bronkospasme, pembengkakan mukosa dan peningkatan sekresi. (Susan Martin Tucker, 1998)
Asma adalah penyakit obstruksi saluran pernafasan yang bersifat reversible dan berbeda dari obstruksi pernafasan lain seperti pada penyakit empisema maupun bronchitis kronis yang bersifat ireversibel dan kontinyu. (Reeves, 1999)
Asma merupakan penyakit obstruksi pada jalan nafas yang bersifat reversible, dimana terjadi penyempitan pada saluran pernafasan akibat adanya inflamasi dan hiperresponsif pada bronki.
Description: airway-penderita-asma
2.3  Etiologi
Belum diketahui secara jelas, factor pencetus adalah :
a.       Reaksi alergi
Terhadap debu, asap, produl, pembersih, bau, udara dingin, ispa dan stres.
b.       Keturunan
Infeksi bakteri atau virus pada saluran pernafasan. Kondisi yang memperburuk keadaan klinis pada penderita yang lama adalah :
1). Penghentian pemakaian obat-obatan bronkodilator secara menerus
2). Pemakaian bronkodilator yang tidak benar
3). Pemakaian sedative yang berlebihan
(Reeves, 2000 )



2.4  Patofisiologi
Asma adalah obstruksi jalan nafas divus reversibel.  Obstruksi disebabkan oleh satu atau lebih dari :
a.       Kontraksi otot–otot yang mengelilingi bronkhi, yang menyempitkan jalan nafas.
b.      Pembengkakan membran yang melapisi bronkhi.
c.       Pengisian bronkhi dengan mukus yang kental
d.      Otot – otot bronkhial dan kelenjar mukosa membesar, sputum yang kental banyak dihasilkan dan alfeoli menjadi hiperinflamasi, dengan udara terperangkap didalam jaringan paru.
Beberapa individu dengan asma mengalami respons imun yang buruk terhadap lingkungan mereka. Antibodi yang dihasilkan (IgE) kemudian menyerang sel-sel mast dalam paru. Pemajanan ulang terhadap antigen mengakibatkan ikatan antigen dengan antibodi, menyebabkan pelepasan produk sel-sel mast (disebut mediator) seperti histamin, bradikinin, dan prostaglanin serta anafilaksis dari substansi yang bereaksi lambat (SRS-A). Pelepasan mediator ini, dalam jaringan paru mempengaruhi otot polos dan kelenjar jalan nafas, menyebabkan bronkospasme, pembengkakan membran mukosa, dan pembentukan mukus yang sangat banyak.
Sistem saraf otonom mempersarafi paru. Tonus otot bronkial di atur oleh impuls saraf vagalmelalui sistem parasimpatis. Pada asma idiopatik atau nonalergik, ketika ujung sarap pada jalan nafas di rangsang oleh faktor seperti infeksi, latihan, dingin, merokok, emosi, dan polutan, jumlah asetilkolin yang dilepaskan meningkat.
2.5  Manifestasi Klinis
Pada anak yang rentan, inflamasi di saluran nafas ini dapat menyebabkan timbulnya episode mengi berulang, sesak nafas, rasa dada tertekan dan batuk, khusunya pada malam hari atau dini hari. Gejala ini biasanya berhubungan dengan penyempitan jalan nafas yang luas namun bervariasi, yang sebagian besar bersifat reversible baik secara spontan maupun dengan pengobatan. Gejala dan serangan asma biasanya timbul bila pasien terpajan factor pencetus yang sangat beragam dan bersifat individual.
2.6  Klasifikasi
Menurut GINA (Global Inisiatif for Asma) diikuti Heru Sundaru, 2000.
1.       Asma Intermitten
Gejala klinis : kambuhan < 1-2 x seminggu, gejala asma pada malam hari < 2 x sebulan, eksaserbi dapat mengganggu aktivitas tidur.
2.       Asma persisten ringan
Gejala klinis : kambuhan 1-2 x seminggu, tetapi < 1 x/hari, gejala asma malam hari > 2 x sebulan, eksaserbasi dapat mengganggu aktivitas tidur.
3.       Asma persisten sedang
Setiap hari sesak nafas atau kambuh. Gejala asma malam hari > 1 x seminggu, eksaserbasi mengganggu aktivitas dan tidur.
4.       Asma persisten berat
Kambuhan sering, gejala sesak terus menerus atau continue. Gejala asma malam hari sering, aktivitas fisik terbatas karena asma.
2.7  Pemeriksaan Diagnostik
1.      Riwayat penyakit atau pemeriksaan fisik
2.      Foto rontgen dada
3.      Pemeriksaan fungsi paru : menurunnya tidal volume, kapasitas vital, eosinofil biasanya meningkat dalam darah dan sputum
4.      Pemeriksaan alergi (radioallergosorbent test ; RAST)
5.      Analisa gas darah – pada awalnya pH meningkat, PaCO2 dan PaO2 turun (alkalosis respiratori ringan akibat hiperventilasi ); kemudian penurunan pH, penurunan PaO2 dan peningkatan PaCO2 (asidosis respiratorik)
2.8  Komplikasi
1.      Edema pulmoner
2.      Gagal pernafasan
3.      Status asmatikus
4.      Pneumonia.
2.9  Penatalaksanaan
Pasien dengan asma kambuhan harus menjalani pemeriksaan mengidentivikasi substansi yang mencetuskan terjadinya serangan.  Penyebab yang mungkin dapat saja bantal, kasur, pakaian jenis tertentu, hewan peliharaan, deterjen, sabun, makanan, jamur, dan serbuk sari.  Jika serangan berkaitan dengan musim, maka serbuk sari dapat menjadi dugaan kuat.  Upaya harus dibuat untuk menghindari agen penyebab kapan saja memungkinkan.
Komplikasi asma dapat mencakup status asmatikus, frektur iga, pneumonia, dan atelataksis. Obstruksi jalan nafas terutama selama asmatik akut sering mengakibatkan hipoksemia membutuhkan pemberian oksigen dan pemantauan gas darah arteri.  Cairan diberikan karena individu dengan asma mengalami dehidrasi akibat diaforesis dan kehilangan cairan tidak kasat mata dengan hiperventilasi.





























BAB III
PROSES ASUHAN KEPERAWATAN ASMA

3.1 Kasus
Pada tanggal 01 agustus 2010, pada hari senin pagi bapak JM datang ke rumah sakit at-turots al-islamy dengan keluhan sesak nafas dari 2 hari yang lalu, sudah periksa ke puskesmas tapi masih belum juga sembuh, bahkan selama sakit juga merasakan mual muntah, berat badan menurun dari 60 kg menjadi 58 kg, selain itu juga merasakan susah tidur akibat sesak,  kemudian Bpk. JM datang ke rumah sakit at-turots, dan didapatkan hasil pemeriksaan sementara BB 58 Kg, TD : 120/80 mmHg, R : 30X/mnt, S : 38 C, N : 84X/mnt, terdapat sputum.

3.2 Pengkajian
Tempat            :  Ruang Sakinah, R.S At-Turots Al-islamy,Yogyakarta
Hari                 :  Rabu, 04 Agustus 2010
Waktu             :  08.00.
1.    Identitas
a.       Biodata pasien
1). Nama               : Bpk. JM
2). Jenis kelamin    : Laki-laki
3). Umur                : 70 tahun
4). Berat Badan     : 58 Kg
5). Agama             : Islam
6). Pekerjaan         : Pensiunan  TNI AL
7).  Alamat             : Pare 3, Sidoluhur, Godean, Sleman.
8). Suku                 : Jawa
9). No. RM            : 34.862
b. Penanggung jawab
1). Nama               : Ny. Murjinem
2). Jenis kelamin    : Perempuan
3). Umur                : 65 tahun
4). Pekerjaan         : Ibu rumah tangga
5). Pendidikan       : SMP
6). Alamat             : Pare 3, Sidoluhur, Godean, Sleman.
7). Agama             : Islam.
8). Suku                 : Jawa
9). Hubungan        : Istri pasien
2. Riwayat kesehatan
a.    Keluhan Utama
Pasien mengeluh sesak nafas.
b.      Riwayat Kesehatan Sekarang
Pada tanggal 01 agustus 2010, pada hari senin pagi bapak JM datang ke rumah sakit at-turots al-islamy dengan keluhan sesak nafas dari 2 hari yang lalu, sudah periksa ke puskesmas tapi masih belum juga sembuh, bahkan selama sakit juga merasakan mual muntah, berat badan menurun dari 60 kg menjadi 58 kg, selain itu juga merasakan susah tidur akibat sesak,  kemudian Bpk. JM datang ke rumah sakit at-turots, dan didapatkan hasil pemeriksaan sementara BB 58 Kg, TD : 120/80 mmHg, R : 30X/mnt, S : 38 C, N : 84X/mnt, terdapat sputum.
c.       Riwayat kesehatan dahulu
1). Penyakit yang pernah dialami  : pasien pernah mengalami penyakit asma 2 bulan yang, kemudian pasien periksa ke puskesmas dan sembuh.
2). Riwayat alergi                          : Debu
3). Imunisasi                                  : Campak dan polio
d.      Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga klien ada juga yang menderita penyakit asma seperti klien yaitu nenek klien.
e.       Pola Fungsi Kesehatan ( Gordon )
1). Persepsi Terhadap Kesehatan
Klien mengatakan jika ada anggota keluarga yang sakit  biasanya membeli obat diwarung atau apotek.  Jika pengobatan tersebut tidak berhasil baru berobat ke puskesmas atau ke dokter.
2). Pola Aktivitas Latihan
Aktivitas
0
1
2
3
4
Mandi




Berpakaian




Eliminasi




Mobilisasi di tempat tidur




Makan




0        :  mandiri                                 3  :  dibantu orang lain dan alat
1        :  dibantu sebagian                  4  :  tergantung / tak mampu
2        :  perlu bantuan orang lain.

 
Keterangan :



3). Pola Istirahat Tidur
Sebelum sakit   : klien tidur kurang lebih 8 jam per hari dan tidak mengalami gangguan saat tidur.  Klien tidak pernah tidur siang.
Saat sakit        :  Pola istirahat tidur sering terganggu karena sering merasakan sesak nafas pada malam hari dan batuk – batuk.
4). Pola Nutrisi Metabolik.
Sebelum sakit      : Klien makan 3 x sehari dengan jenis makanan  nasi, sayur, lauk, dan dengan komposisi penuh.  Klien minum 8 gelas per hari dan terkadang minum susu.
Saat sakit             : Pasien mengatakan mudah merasa kenyang sesaat setelah mengunyah makanan, merasa tidak mampu dalam mengunyah makanan dan terkadang merasa mual dan muntah, Pasien mengatakan tidak nafsu makan
5). Pola Eliminasi.
Sebelum sakit      : Eliminasi normal, BAK dan BAB tidak membutuhkan bantuan orang lain.
Selama sakit        :  BAB dan BAK klien normal, tidak mengalami diare dan tidak memerlukan bantuan orang lain untuk eliminasi.
6). Pola Kognitif Perseptual.
Sebelum sakit   : Status mental sadar, bicara normal dan pendengaran jelas.  Penglihatan tidak mengalami gangguan, respon terhadap cahaya baik.
Selama sakit      :  Pasien mengatakan status mental klien sadar, berbicara normal dan pendengaran jelas.  Penglihatan tidak mengalami gangguan, respon terhadap cahaya baik.
7). Pola Konsep Diri.
Sebelum Sakit   : Sebagai seorang kakek yang mempunyai 5 buah cucu dan sering bermain dengan cucu-cucunya  yang masih kecil setiap harinya
Saat Sakit         : Berkurang dan kegiatan, aktivitasnya terganggu.
8). Pola Koping.
Apabila klien memiliki masalah biasanya sering bercerita dan meminta pertimbangan kepada keluarganya.
9). Pola Seksual Reproduksi.
Sebelum sakit : klien tidak pernah mengalami gangguan pada saat berhubungan intim dengan istrinya.
Setelah sakit : klien tidak pernah berhubungan intim dengan istrinya, karena sakit
f.       Pemeriksaan Fisik.
1). Tanda –Tanda Vital
a). Nadi                       : 84x / menit. (rentang normal 60-90 x / menit)
b). Suhu                       : 38 ºC. (rentang normal 36 ºC-37 ºC)
c). Tekanan darah        : 120 / 80 mmHg. (rentang normal 130-70 mmHg)
d). Pernafasan             : 30 x / menit. (16-24x / menit)
e). Berat Badan           : 58 Kg
2). Keadaan umum
a). Wajah                     : Eksperesi datar
b). Kesadaran              : Composmentis
c). Bicara                     : Pelan & lemah
3). Kulit, Rambut, dan Kuku
Inspeksi
a). Warna kulit            :  sawo matang
b). Lesi                        : tidak ada
c). Jumlah rambut : agak jarang, sudah ubanan
d). Waran kuku           : putih kemerahan
Palpasi
a). Suhu                       : 37 ºC.
b). Kelembapan           : Tidak ada
c). Tekstur                   : Kasar
d). Turgor               : elastisitas / mobilitas baik, apabila dicubit maka kurang dari 2 detik akan kembali ke warna semula
e). Edema               : tidak ada
4. Kepala
Inspeksi
a). Kesimetrisan wajah: Simetris antara kanan & kiri
b). Rambut                  : Lurus, jumlah rambut agak jarang, sudah ubanan.
c). Kulit kepala            : tak ada lesi, tidak berketombe
Palpasi
a). Kulit kepala            : Tak ada nyeri tekan.
b). Deformitos             : Tak ditemukan kelainan pada tulang kepala.
5). Dada dan Paru-paru
Inspeksi
a). Bentuk                   : normochest (anter-poster dengan transeversal 1:2).
b). Kulit                       : serasi dengan warna kulit sekitarnya.
c). Payudara                : tak ada tumor.
d). Frekuensi dan Irama          : irama nafas abnormal, terlihat dyspnea
Palpasi
a). Benjolan / masa tidak ada nyeri tekan, tidak ada krepitasi (bunyi)’
b). Pengembangan dada         : Inspirasi dan Ekspirasi sama
Perkusi                    : terdengar suara redup
Auskultasi               : wheezing, orthopnea,
6).   Jantung
Inspeksi             : tak ada edeme, lesi
                  Palpasi             : tak ada nyeri tekan pada costa 4,5 sinistra.
                  Perkusi                        : terdengar bunyi redup
                  Auskultasi                   : S1 & S2 terdengar normal (lup,dup)
                              7). Abdomen
Inspeksi
a). Bentuk                    : simetris
b). Distensi                  : kelenturan perut normal
c). Kontur Permukaan : keriput
d). Penonjolan             : tak ada
Auskultasi
a). Peristaltik usus                   : 20x / permenit
b). Bising arteri                        : tak ada
c). Bising vena                         : tak ada
Palpasi                                     :tak ada nyeri tekan
Perkusi                                     :terdengar bunyi tympani.

3.3 Analisa Data
Dx
Tgl
Sympton
Problem
Etiologi
1
01.08.10
Ds :
·    Pasien mengeluh sesak nafas
·    Pasien mengatakan agak susah bernafas.
·    Pasien mengatakan agak susah berbicara karena jalan nafasnya agak terhambat.
Do :
·    Wheezing.
·    Orthopneu.
·    Terdapat sputum.
RR 30x / menit
TD 120 / 80 mmHg
S 380 C
N 84 x / menit
Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif
Faktor Pencetus
Reaksi Antigen dan antibody
Release vasoactive substance
Sekresi mucus↑
Mucus ↑
Obstruksi jalan nafas
Asma
2
01.08.10
Ds :
·    Pasien mengatakan mudah merasa kenyang sesaat setelah mengunyah makanan dan merasa tidak mampu dalam mengunyah makanan.
·    Pasien mengatakan tidak nafsu makan.
·     
Do :
Berat Badan 58 Kg
·     Mucosa kering
·     Mual dan Muntah
Makanan tidak habis, Pasien tidak nafsu makan.
Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
Obstruksi jalan nafas
Suplai O2 ↓
Kerja Nafas ↑
Dipsnea
Anoreksia
3
01.08.10
Ds :
·    Pola istirahat tidur sering terganggu karena sering merasakan sesak nafas pada malam hari dan batuk – batuk.
Do :
·     Tidur hanya 4 jam / hari
Kesadaran ↓ (Compomentis)
·     Mata agak cowong.
Lingkar mata hitam
·     Konjungtiva anemis
Gangguan Pola Tidur


Obstruksi jalan nafas
Suplai O2 ↓
Kerja nafas ↑
Dipsnea
Pemenuhan istirahat ↓















Faktor Pencentus :
Allergen, stress, obat – obatan, infeksi
 
3.4 Pathway


 









MK : Gangguan pertukaran gas
 
MK : Pola nafas tidak efektif
 
Hiperventilasi
 
MK : Intoleransi aktivitas
 
Perfusi ↓
 
Dipsnea
 
Proses difusi O2 ↓
 
Kerja nafas ↑
 
Lemas, letih
 
Hipoksia
 
                                                                                                    



 



















3.5 Diagnosa Keperawatan
1.      Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan asma.
2.      Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Tidak mampu dalam memasukkan, mencerna  mengabsorsi ma kanan.
3.      Gangguan pola tidur berhubungan dengan napas pendek.
3.6 Rencana Keperawatan
No. Dx
Tgl
Tujuan (NOC)
Tindakan (NIC)
Rasional
1
01.08.10
Setelah dilakukan Askep selama 3x24 jam jalan nafas menjadi efektif degan
 kriteria :
1.    tidak ada sekresi lender
2.    Respirasi 18-20 x/menit
3.    Tidak ada retraksi otot bantu bantu dada
1.    Observasi Frekuensi pernafasan


2.    Melatih batuk efektif dan Vibrasi


3.    Anjurkan banyak minum air hangat.







4.    Bantu latihan nafas abdomen / bibir


5.    Kolaborasi untuk pemberian Mukolitik dan ekspektoran sesuai indikasi
1.    Tanda – tanda vital mendukung data tentang keadaan umum pasien.
2.    Dengan melatih batuk efektif dan vibrasi dapat menghilangkan sekresi lender
3.    Dengan pemberian air hangat anjurkan banyak minum secret menjadi encer berupa derajat spasme bronkus terjadi dengan obstruksi nafas dan dapat dimanifestasikan adanya bunyi nafas
4.    Nafas bantu abdomen / bibir menghindari adanya retraksi otot bantu dada
5.    Mukolitik dan Ekspektoran membantu mengencerkan dahak dan mengeluarkan dahak.
-           
2
01.08.10
Setelah dilkukan askep selama 3x24  kebutuhan nutrisi terpenuhi dan kriteria :
1.    BB naik
2.    Nafsu makan naik
1.    Kaji kebiasaan diet, evaluasi BB dan ukuran tubuh


2.    Berikan makan porsi kecil tapi sering.

3.    Konsultasi dengan ahli gizi / tim medis yang lain
4.    Berikan oral care secara teratur
1.    Pasien distress pernafasan sering muntah karena produksi spuntum dan obat
2.    Meningkatkan masukan kalori, menurunkan kelemahan.
3.    Untuk menentukan kebutuhan kalori di dasarkan pada kebutuhan individu
4.    Rasa tak enak mau mencegah nafsu makan dan membuat mual dan muntah denganpeningkatan kesulitan nafas
3
01.08.10
Setelah dilakukan  tindakan asuhan keperawatan selama 3 x24 jam, tidur menjadi nyaman dengan kriteria :
1.    Kelelahan dan kelemahan menurun
2.    Aktivitas meningkat
3.    Tidur menjadi nyaman
1.    Jelaskan pentingnya istirahat da perlunya keseimbangan aktivitas dan istirahat
2.    Bantu pasien memilih posisi nyaman untuk istirahat / tidur



3.    Bantu aktivitas perawatan diri yang diperlukan



4.    Bantu posisi tidur semi fowler (1/2 duduk)
1.    Tirah baring diperlukan unuk menurunkan kebutuhan metaolik, meghemat energy

2.    Pasein mungkin nyaman dengan kepala tinggi / menunduk ke depan meja atau bantal, mungkin nyaman tidur di kursi
3.    Meminimalkan kelelahan dan membantu keseimbangan suplay kebutuhan O­2
4.    Posisi semi fowler akan mempermudah pernafasan. Orang yang distress berat akan mencari posisi yang paling nyaman untuk dapat bernafas

3.7    Implementasi dan Evaluasi
Tgl
NO.Dx
Catatan Perkembangan
Paraf
04-08-10
1
S :   Saya merasa lega dan bisa bernafas (setelah diberi air hangat)
Sering mengeluarkan secret (setelah vibrasi dan latihan batuk efektif)
O :  Pasien bernafas 22 x/menit
Sekret warna putih agak encer
Tidak ada retraksi otot bantu pernafasan
A :  Bersihan jalan nafas masih terganggu.
P :  Lanjutkan pemberian air hangat, latihan batuk efektif dan vibrasi, latihan nafas abdomen/ bibir.


2
S :   Saya ingin makan terus tapi tidak habis
O :  Makan 4 x 1 (setengah porsi)
A :  Nutrisi masih kurang dari kebutuhan tubuh
P :   Pantau menu pasien dan lanjutkan pengobatan


4
S :   Saya nyaman dengan posisi tidur semi fowler
O :  Wajah tampak segar, nafas normal
A :  Gangguan pola tidur teratasi.
P :  Pertahankan kondisi pasien















BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
Asma merupakan penyakit obstruksi pada jalan nafas yang bersifat reversible, dimana terjadi penyempitan pada saluran pernafasan akibat adanya inflamasi dan hiperresponsif pada bronki. Beberapa individu dengan asma mengalami respons imun yang buruk terhadap lingkungan mereka. Gejala dan serangan asma biasanya timbul bila pasien terpajan factor pencetus yang sangat beragam dan bersifat individual. Jika serangan berkaitan dengan musim, maka serbuk sari dapat menjadi dugaan kuat.  Upaya harus dibuat untuk menghindari agen penyebab kapan saja memungkinkan.
Kemungkinan diagnosa yang biasanya muncul pada saat melakukan asuhan keperawatan antara lain bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan asma, nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Tidak mampu dalam memasukkan, mencerna  mengabsorsi makanan, gangguan pola tidur berhubungan dengan napas pendek.
4.2    Saran
Dengan adanya pembuatan makalah ini, diharapkan pembaca dapat lebih mengenali dan memahami mengenai penyakit asma. Selain itu sebagai calon tenaga kesehatan yang nantinya akan terjun dalam lapangan / rumah sakit, mahasiswa/i mampu melakukan membuat asuhan keperawatan terutama pada pasien asma. Dan dapat melakkukan asuhan keperawatan tersebut dengan baik dan sesuai dengan standart oprasional prosedur.

DAFTAR PUSTAKA

http://saijondakik.blogspot.com/2012/02/pathway-asma.html diakses pada tanggal 04 februari 2013

jtptunimus-gdl-ellaayuwul-5358-1-babi.pdf

http://satyaexcel.blogspot.com/2012/10/laporan-pendahuluan-penyakit-asma.html diakses pada tanggal 08 oktober 2012

 



78 komentar:

  1. Saat ini dunia pengobatan tradisional modern telah dikejutkan dengan teripang emas yakni bahan alami yang mampu mengobati beragam penyakit, salah satunya adalah mampu dijadikan obat jantung bengkak,obat tbc paru sehingga tbc paru bisa sembuh tanpa efek samping. Selain itu bagi anda yang saat ini sedang mencari cara mengobati hepatitis b yang aman maka konsumsi teripang emas bisa menjadi solusinya. Teripang emas juga sangat baik dan tepat dijadikan sebagai pengobatan jantung lemah dan berbagai gangguan jantung lainnya.

    BalasHapus
  2. Salah satu terapi tumor otak yang bisa anda lakukan adalah dengan konsumsi jelly gamat qnc yakni obat alami yang dibuat dari teripang emas, selain itu jelly gamat juga bisa untuk mengobati Tumor Payudara yang biasa ditandai dengan munculnya benjolan di payudara. Dan andapun yang menderita kelenjar getah bening, liver bengkak anda bisa mengkonsumsinya. Tanpa terkecuali anda yang memiliki keluhan tbc hingga gangguan pencernaan dan kista anda pun bisa mengkonsumsinya sungguh hebat bukan.

    BalasHapus
  3. Thank you for the information gan, may be useful for all of us.
    Greetings from us:
    Links We wish Beneficial For Information About Health.

    Obat Herbal Gagal Ginjal Kronik
    Cara Mengobati Kanker Payudara Secara Alami dan Aman
    Obat Herbal Kanker Darah
    Cara Mengobati Penyakit Tbc
    Obat Herbal Glaukoma Terampuh

    We Wait Further Information gan ....

    BalasHapus
  4. Gejala Asma Gejala asma Gejala Asma Gejala asma Gejala Asma Gejala asma Gejala Asma Gejala asma Obat Kuat Obat kuat Obat Kuat obat kuat Gejala Asma yang perlu di waspadai banyak sekali jenisnya, Gejala Asma yang menyebabkan radang lambung yang parah sangatlah berbahaya dan dapat mengakibatkan pengaruh yang sangat dominan Gejala Asma akut yang perlu di wapadai

    BalasHapus
  5. ini adalah halaman yang sangat luar biasa senang bisa berada dihalaman anda.
    Pengobatan Maag Kronis Secara Alami
    Pengobatan Sinusitis Secara Alami

    BalasHapus
  6. Thanks for the information. I'm glad to be able to read your article.
    Agen-Resmi-Jelly-Gamat-QnC-Indragiri

    BalasHapus
  7. I would like to very much thank you for this information, its a page that is very professional and interesting. You know just how to capture the minds and eyes of the readers, and am glad to be among the readers that saw this post.
    Web Pages Review Help

    BalasHapus
  8. Your site is the best
    The latest information we are waiting for lho..semoga what is given can be useful
    Terimakash..success always everything..salam know ..

    obat ginjal kronis tradisional manjur
    pengobatan diabetes melitus secara tradisional
    obat penurun trigliserida tinggi

    BalasHapus
  9. Congratulations reactivities ,, highly awaited new information from this site
    Good luck !!

    obat epilepsi tradisional
    obat leukosit tinggi herbal

    BalasHapus
  10. Good afternoon !! This article you share is interesting but there is still something to be improved a little. Success always gan !!
    Obat Tuberkulosis Herbal
    Obat Batu Empedu Terbaik Ampuh Tanpa Operasi
    Obat Asam Lambung Terbaik
    Obat Hepatitis B Herbal Terbaik

    BalasHapus
  11. Sites like these I'm looking for
    Thanks for the information, in tunggua keep the latest news

    obat nyeri bahu tradisional
    obat sakit lutut saat di tekuk
    obat kanker nasofaring tradisional

    BalasHapus
  12. The information you share is very useful for us, Many lessons and lessons we can take from this article, success continues!
    Obat Herbal Karurawit
    Cara Alami Menghilangkan Benjolan Di Jempol Kaki Karena Asam Urat
    Obat Penghancur Batu Ginjal

    BalasHapus
  13. Askepnya sangat lengkap, bisa kami jadikan referesni kami guna menyajikan artikel kesehatan yang kredibel senang berkunjung dan menyimak halaman anda,
    Pencegahan Kanker Serviks
    Bahaya Keputihan

    BalasHapus
  14. Thanks for the information presented on your website
    Very in waiting for other information

    manfaat temulawak untuk hepatitis
    daun salam untuk sakit pinggang
    obat gendang telinga sakit

    BalasHapus
  15. ongratulations reactivities ,, highly awaited new information from this site
    Good luck !!

    efek keputihan pada wanita
    makanan untuk penderita pengapuran tulang
    gejala awal hepatitis

    BalasHapus
  16. thanks a lot of information very useful and very helpful

    http://obatasamuratagaricpro.com/obat-stroke-paling-fenomenal/
    http://obatasamuratagaricpro.com/obat-gagal-ginjal-tanpa-cuci-darah/
    http://obatasamuratagaricpro.com/obat-hepatitis-akut/
    http://obatasamuratagaricpro.com/obat-kanker-prostat-yang-ampuh/
    http://obatasamuratagaricpro.com/obat-jantung-koroner-ampuh/


    http://rizkyherbal.com/obat-kanker-prostat-tanpa-operasi/
    http://rizkyherbal.com/pengobatan-hernia-tanpa-operasi/
    http://rizkyherbal.com/pengobatan-jantung-koroner-tanpa-operasi/
    http://rizkyherbal.com/obat-tbc-herbal-di-apotik/
    http://rizkyherbal.com/obat-kanker-usus-besar-stadium-4-alami/

    BalasHapus
  17. thanks for informations
    https://tokoherbalnesv.blogspot.com/

    BalasHapus
  18. Good luck ,, in waiting for other information from your site
    send regards for success

    cara mengatasi mata merah
    obat gondok beracun
    obat tradisional hipertiroid

    BalasHapus
  19. Your page is very good. I like it very much. Hopefully I can cooperate well.

    Pantangan Makanan Penyakit Penyakit Gondok

    BalasHapus
  20. Hopefully you have never been bored to always give us information.
    Cara Menyembuhkan Kanker Lambung Secara Alami

    BalasHapus
  21. I am proud of the articles that you have because all the contents are very interesting and very useful.
    Cara Mengobati Kista Ovarium Secara Alami

    BalasHapus
  22. Thank you for our good cooperation, hopefully it can be even better.
    Bahaya Kista Ginjal

    BalasHapus
  23. Fishing is not just a hobby, but fishing can also eliminate boredom, stress, fatigue from activities and work that accumulates.

    Essen Ikan Lele Galatama Jitu

    BalasHapus
  24. Thank you for all of your knowledge given to us, hopefully you can benefit.

    2 Racikan Umpan Ikan Tawes Dengan Essen

    BalasHapus